Memasuki bulan suci Ramadan yang berlangsung dari akhir Februari hingga awal Maret 2025, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan kegiatan belajar mengajar secara daring. Keputusan ini bertujuan untuk menyesuaikan ritme belajar dengan kondisi siswa selama berpuasa. Namun, pelaksanaan pembelajaran di rumah menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua dan anak-anak.
Orang tua yang memiliki pekerjaan tetap kerap mengalami kesulitan dalam mendampingi anak-anak mereka selama proses belajar di rumah. Sementara itu, keberhasilan pembelajaran daring sangat bergantung pada kesiapan mental dan kedisiplinan anak. Tidak sedikit anak yang justru lebih tertarik bermain di luar rumah atau melakukan aktivitas yang kurang produktif, seperti mengendarai sepeda motor tanpa pengawasan orang tua.
Untuk mengatasi tantangan ini, Taman Pendidikan Sarin Rare bersama Yayasan I Ketut Alon, dengan dukungan dari KPAD Provinsi Bali dan RS Ari Canti, mengadakan berbagai kegiatan kreatif bagi anak-anak PAUD, TK, dan SD. Kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai, menggambar, peragaan busana adat, serta olah logika matematika. Sebanyak hampir 200 anak berpartisipasi dalam program ini sebagai sarana pengembangan kreativitas sejak usia dini.
Rekomendasi Berita

Program Beasiswa S1 untuk Siswa di Gianyar Masih dalam Pembahasan Regulasi
Kamis, 03 April 2025 pukul 13.00 WITA

SMK Negeri 1 Mas Ubud Juara 1 Lomba Teknologi Tepat Guna Kabupaten Gianyar
Kamis, 27 Maret 2025 pukul 12.39 WITA

Tingkatkan Kualitas PAUD, Ribuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Gianyar Ikuti Sosialisasi
Jumat, 14 Maret 2025 pukul 20.45 WITA
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih aktif menciptakan ruang bagi anak-anak dalam berkegiatan positif dan kreatif. "Di era modern ini, orang tua diharapkan berperan sebagai pembimbing (Tut Wuri Handayani) dan memberikan teladan yang baik (Ing Ngarso Sung Tulodo), bukan sekadar memaksakan cita-cita mereka terhadap anak," ujar Pengurus Yayasan I Ketut Alon, Made Ariasa.
Selain sebagai solusi pembelajaran selama bulan puasa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan 15 tahun Taman Pendidikan Sarin Rare dengan mengusung tema MLAJAH JUMAH. Tema ini menekankan pentingnya memperkuat akar pendidikan keluarga dan membangun karakter anak-anak yang tetap menghargai tradisi leluhur mereka.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat terus berkembang dan memperoleh pengalaman berharga, baik dalam pendidikan formal maupun dalam pembentukan karakter yang kuat," pungkas Made Ariasa.