Sebagai bagian dari tradisi keagamaan Hindu, Upacara Mecaru, Melaspas, dan Mendem Pedagingan digelar di Makoramil 1616-03/Tampaksiring, Banjar Bukit, Desa/Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada hari suci Weraspati Kliwon Wuku Warigadian, Kamis 3 April 2025.
Upacara sakral ini dipimpin oleh Sulinggih Ida Pedanda Griya Keniten Keranjangan Manukaya dan dihadiri oleh Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn I Gede Winarsa, S.H., M.Han., Kasdim 1616/Gianyar Mayor Arh Pande Made Sudarta, serta jajaran perwira lainnya, termasuk Danramil 03/Tampaksiring Kapten Cba I Wayan Wiranata, Danramil 06/Tegallalang Kapten Inf I Gede Astawa, serta Pasandi Lettu Inf Bambang Laoh. Turut hadir pula Wakil Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 1616/Gianyar, Ibu Anik Purwati Sudarta, bersama perwakilan pengurus dan anggota Koramil 1616-03/Tampaksiring.
Upacara dimulai dengan prosesi Sulinggih Mepuja/Ngastawa, diikuti dengan upakara Pecaruan, Ngenteg Linggih, serta Mendem Pedagingan. Seluruh personel Koramil dan perwakilan keluarga besar Kodim 1616/Gianyar kemudian melaksanakan sembahyang bersama sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur.
Rekomendasi Berita

Upacara Tawur Tabuh Gentuh di Catus Pata Payangan Berjalan Lancar
Kamis, 03 April 2025 pukul 13.45 WITA
Pelaksanaan upacara ini bertujuan untuk menyucikan serta memberikan berkah pasca-perehaban sejumlah bangunan di Makoramil 1616-03/Tampaksiring, seperti Penyengker Padmasana, Tugu Karang, pagar Makoramil, lopo-lopo, dan beberapa fasilitas lainnya. Secara spiritual, ritual ini bertujuan untuk menetralisir aura negatif dan menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam sekitarnya.
Selain memiliki makna religius, upacara ini juga menjadi momentum penting dalam menjaga keseimbangan spiritual dan moral bagi seluruh personel Koramil dan keluarga besar Kodim 1616/Gianyar. Dengan terselenggaranya upacara ini, diharapkan lingkungan Makoramil semakin harmonis, nyaman, serta mendukung para prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn I Gede Winarsa, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa upacara ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjaga keseimbangan spiritual di lingkungan militer. "Kami berharap melalui upacara ini, seluruh personel semakin memiliki semangat dan ketenangan dalam menjalankan tugas. Keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan beragama adalah hal yang sangat penting bagi kami," ujarnya.