Sebuah warung sembako milik Ni Wayan Jarni (58) di Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, ludes terbakar pada Kamis, 20 Maret 2025, sekitar pukul 00.10 WITA. Kejadian tersebut menyebabkan kerugian materiil mencapai Rp150 juta.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi mata, Ni Kadek Taman Yanti (41), yang mendengar suara ledakan berulang kali dari arah warung sembako. Setelah keluar rumah untuk memeriksa, ia melihat kobaran api sudah melahap bangunan warung milik kakaknya.


Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan ke Hotel Como Sambala dan melapor kepada sekuriti hotel. Sekuriti hotel kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar melalui sambungan telepon darurat.


Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Payangan, yakni BW 06 dan BW 11, segera dikerahkan dan tiba di lokasi pada pukul 00.57 WITA. Proses pemadaman berlangsung selama sekitar 30 menit. Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.10 WITA dan tidak menyebar ke bangunan lain di sekitar lokasi.


Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar, Putu Pradana, mengatakan bahwa untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas kepolisian Polsek Payangan.


"Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh Polsek Payangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Putu Pradana.


Adapun barang-barang yang terbakar meliputi bangunan warung berukuran 3x4 meter, satu kulkas rumah tangga, satu kulkas es krim, satu televisi, dan sejumlah barang dagangan.


Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan semi permanen yang rentan terbakar. "Pastikan instalasi listrik aman dan hindari penggunaan peralatan yang dapat memicu percikan api tanpa pengawasan," kata Putu Pradana.

Berita ini telah diperbaharui pada Kamis, 20 Maret 2025 07:55 WITA