Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Museum Sarkofagus di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV sebagai bagian dari upaya pelestarian dan edukasi sejarah megalitik Nusantara, Kamis 27 Februari 2025. Museum ini diharapkan menjadi pusat informasi bagi masyarakat mengenai sarkofagus yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya di Wantilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Jalan Raya Tampaksiring, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Fadli Zon menegaskan bahwa sarkofagus bukan sekadar temuan arkeologis, tetapi juga simbol konservasi yang terus hidup dalam perjalanan sejarah peradaban. “Sarkofagus yang kita lihat hari ini bukan sekadar benda mati. Ini adalah jejak peradaban megalitik yang usianya ribuan tahun. Di Bali saja, telah ditemukan lebih dari 87 sarkofagus, sementara di wilayah lain seperti Sumatera, Jawa, Sumbawa, Flores, dan Sulawesi juga memiliki temuan serupa,†ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya museum sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. “Ke depan, kita perlu menjadikan museum ini sebagai ikon intelektual properti (IP), sehingga semakin menarik bagi generasi milenial dan Gen Z. Proses kelahiran, kehidupan, dan kematian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah peradaban manusia,†kata Fadli Zon.
Rekomendasi Berita

Karang Taruna Wira Yowana Bhakti Gelar Sangkala Fest, Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Selasa, 25 Maret 2025 pukul 11.59 WITA

Anak-Anak TK Desa Taro Ikut Arak Ogoh-Ogoh Keliling Kampung, Belajar Cinta Budaya Bali
Senin, 24 Maret 2025 pukul 08.40 WITA

Tradisi Maedeng, Warisan Budaya Leluhur di Desa Adat Susut Payangan yang Tetap Lestari
Minggu, 23 Maret 2025 pukul 16.59 WITA

Ogoh-Ogoh Unik dari Kulit Bawang, ST Purwa Jati Kumara Gana Ubud Siap Ikut Lomba
Minggu, 23 Maret 2025 pukul 12.53 WITA
Ia juga menekankan bahwa Museum Sarkofagus ini bersifat ‘open air museum’ atau museum terbuka, yang memungkinkan pengunjung menikmati artefak sejarah tanpa terkungkung dalam bangunan tertutup. “Museum ini harus hidup dan tidak boleh mangkrak. Kita harus mengaktifkan kembali seluruh museum di Indonesia agar bisa menjadi pusat edukasi yang menarik,†tambahnya.
Sarkofagus, yang berasal dari bahasa Yunani, umumnya berbentuk peti batu dengan penutup dan sering kali dihiasi ukiran tertentu. Dalam berbagai temuan di Indonesia, terdapat bentuk-bentuk unik yang mencerminkan sistem sosial dan kepercayaan masyarakat pada masa lalu. “Beberapa sarkofagus memiliki lambang-lambang tertentu, bahkan ada yang menunjukkan ukiran wajah manusia atau hewan. Hal ini masih menjadi misteri yang perlu kita teliti lebih lanjut,†ujar Fadli Zon.
Dengan diresmikannya Museum Sarkofagus, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian warisan budaya. “Indonesia adalah salah satu pusat peradaban tertua di dunia. Dari seluruh temuan manusia purba di dunia, 60 persen ditemukan di Nusantara. Dengan adanya museum ini, kita bisa memahami lebih dalam jejak sejarah yang kita miliki,†tutupnya.
Peresmian museum ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan sejarah Indonesia agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.