Polda Bali menggandeng warga binaan eks Negara Islam Indonesia (NII) Bali dalam upaya menangkal paham radikalisme dan intoleransi menjelang Idulfitri 1446 H. Kegiatan sosial ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Maret 2025, di sejumlah titik di Kota Denpasar.
Pulau Bali masih menjadi salah satu target serangan teror karena dampak psikologis dan emosional yang ditimbulkan sangat besar. Masyarakat Bali, baik yang terdampak langsung maupun tidak, merasakan trauma dan ketakutan yang berpengaruh pada kesejahteraan mental dan sosial. Oleh karena itu, Polda Bali berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menguatkan hubungan toleransi antarumat beragama melalui kegiatan sosial.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Bali, AKBP Gede Dartiyasa, dengan melibatkan eks NII Bali dalam berbagai aksi sosial. Ada empat kegiatan sosial yang dilakukan, yakni pembagian takjil dan nasi kotak di Mushola Al-Hidayah Monang Maning, Denpasar, serta silaturahmi dan pemberian bantuan sosial kepada anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatullah Pemogan, Denpasar.
Rekomendasi Berita

Korem 163/WSA dan Kodim Gianyar Turut Serta dalam Kegiatan Ngayah di Pura Besakih
Rabu, 02 April 2025 pukul 23.22 WITA

Polda Bali Perketat Pengamanan Tempat Wisata dan Rumah Warga yang Ditinggal Mudik
Rabu, 02 April 2025 pukul 23.12 WITA

Apel Gabungan Terpusat Babinsa Korem 163/WSA Tahun 2025: Perkuat Peran Babinsa dalam Pembangunan Wilayah
Sabtu, 15 Maret 2025 pukul 22.05 WITA

Konsulat-Jenderal Australia di Bali dan Pemkot Denpasar Peringati Hari Perempuan Internasional 2025
Jumat, 07 Maret 2025 pukul 19.49 WITA
Selain itu, kegiatan juga dilakukan di Yayasan Al-Hittihad Rasyid Wa Habib, Jalan Gunung Kidul, Tegal Langon, Pemecutan Klod, Denpasar Barat. Di lokasi tersebut, Polda Bali bersama eks NII menyapa anak-anak dan memberikan bantuan sosial. Tidak hanya itu, aksi pembagian takjil juga digelar bagi para pengendara yang melintas di Jalan Mirah Hati, Monang Maning, Denpasar Barat.
AKBP Gede Dartiyasa menyampaikan harapannya agar kegiatan sosial ini dapat memberikan dampak positif, baik bagi warga binaan eks NII maupun masyarakat secara luas. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengurangi rasa terisolasi dan membangun kebersamaan yang positif. Selain itu, kami juga berharap anak-anak di yayasan memahami bahaya paham radikal, karena radikalisme tidak hanya mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dapat merusak masa depan generasi muda,†ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang menyambut baik upaya Polda Bali dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di Pulau Dewata. Semangat kebersamaan dalam menangkal paham radikal diharapkan terus terjaga demi Bali yang aman dan damai.