Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Gianyar sejak Rabu pagi, mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bergerak cepat menangani situasi demi menjaga keselamatan warga dan memulihkan akses jalan yang sempat terganggu.


Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan pertama sekitar pukul 09.00 WITA. Sebuah pohon besar tumbang di perbatasan Desa Tulikup-Temesi, Kecamatan Gianyar, akibat hujan deras dan angin kencang. Pohon tersebut menghalangi akses jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu C langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan lengkap, seperti chainsaw dan armada Double Cabin. Berkat kesiapan dan kecepatan tim di lapangan, penanganan berlangsung selama 25 menit hingga akses jalan kembali normal.


Tak lama berselang, sekitar pukul 10.52 WITA, laporan kedua diterima dari area Pura Dalem Tengaling, Desa Blahbatuh. Sebuah pohon besar kembali tumbang akibat cuaca ekstrem, mengakibatkan area terdampak seluas 30 meter persegi. Tanpa membuang waktu, tim TRC BPBD Gianyar segera tiba di lokasi dengan membawa peralatan pemotong pohon. Dalam waktu 20 menit, material tumbang berhasil dibersihkan tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan pura.


Belum selesai upaya evakuasi di Blahbatuh, pada pukul 11.00 WITA, laporan ketiga masuk dari Kelusu Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring. Sebuah pohon besar tumbang dan menghalangi akses menuju Goa Garba Ukur. Warga setempat melaporkan kejadian ini, dan tim BPBD dengan sigap bergerak ke lokasi menggunakan armada Panther dan Hilux serta peralatan chainsaw. Evakuasi berjalan lancar dan tuntas dalam waktu 15 menit tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.


Selain itu, beberapa lokasi lain juga terdampak pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Di Br. Tarukan Kelod, Pejeng Kaja, sebuah pohon tumbang menghalangi akses jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Hal serupa terjadi di kawasan Mas Ubud, di mana pohon tumbang menutup jalan raya dan menghambat lalu lintas. Di wilayah Tegallalang, tepatnya di Sebali Keliki, pohon tumbang juga menghalangi jalan dan membuat pengguna jalan harus berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. Tim BPBD Gianyar bergerak cepat ke masing-masing lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan agar akses jalan segera pulih.


Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan beberapa bangunan pura ambruk akibat diterjang angin kencang. Bangunan Balai Patemon di Pura Panti Pande, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, ambruk dan mengalami kerugian material mencapai Rp150 juta. Selain itu, bangunan Balai Panjang di Pura Penataran Ulun Swi Batur, Desa Adat Tengkulak Kaja, Kecamatan Sukawati, juga roboh akibat kuatnya terpaan angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.


Di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, cuaca buruk juga memicu insiden kebakaran kecil akibat kabel induk PLN yang mengeluarkan percikan api. Warga segera melaporkan kejadian ini dan BPBD langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengamankan situasi serta mencegah risiko kebakaran lebih lanjut.


Menurut I Gusti Ngurah Dibya Presasta, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin mengguyur sejumlah kecamatan seperti Sukawati, Blahbatuh, Ubud, Tegallalang, dan Payangan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.


"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BNPB, BPBD Provinsi Bali, TNI, POLRI, dan relawan lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kejadian susulan. Masyarakat juga kami minta tetap tenang dan selalu memperbarui informasi dari sumber resmi. Jangan mudah terpengaruh oleh berita hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar I Gusti Ngurah Dibya Presasta.


Ia juga mengapresiasi respons cepat dari masyarakat yang aktif melaporkan kejadian melalui kanal komunikasi resmi. Menurutnya, kerja sama antara warga dan BPBD sangat penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Dengan kesiapan dan kecepatan respons dari seluruh pihak terkait, seluruh insiden pohon tumbang dan kejadian lainnya dapat ditangani dengan baik tanpa adanya korban jiwa.


Hingga dengan Rabu 19 Maret 2025 pukul 21.55 WITA, petugas dari BPBD Kabupaten Gianyar masih melakukan penanganan terhadap kejadian bencana di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar.

Berita ini telah diperbaharui pada Rabu, 19 Maret 2025 21:59 WITA